Natijah Sebuah Tergesa-Gesa…

kemuakan dengan pembodohan intelek.
apa disangka segala ilmu letaknya di internet. internet itu punya banyak info,tapi bukan asas rujukan segala ilmu~

jangan disangka dengan membaca satu dua artikel, maka merasa kita sudah faham isu itu.
jangan hanya tengok 2 3 video ceramah perbahasan agama, maka disangka kita sudah faqih cabang itu..

kefahaman sebuah ilmu itu belajar tanpa henti, beransur-ansur dengan penuh sabar..
bukan tergesa-gesa dengan ‘quote’ itu ini sesuka hati.

apa terlupa frasa “Aku Tidak Tahu” itu adalah satu cabang keilmuan?
iya, cabang ilmu yang memelihara kesucian dan kesahihan ilmu dari tercemar dengan sikap yang tergesa-gesa dan gemar menagih hasil dengan pantas…

ingin tahu tentang hadis, bertanya pada orang yang ahli hadis..
iya, mungkin ada orang yang bukan ahli boleh menjawab, tapi pendetailannya takkan sama..

ingin bertahu tentang alkisah apa itu vaksin untuk kanak-kanak, bertanya pada doktor..
bertanya pada jiran sebelah yang bukan ahli, yang hanya dengar pada cakap-cakap orang, yang rujukannya entah artikel dikutip dari mana, maka yang terbit adalah sikap tergesa-gesa..

tahu itu banyak, tapi faham itu belum tentu.
isunya bukan lagi malas menambah ilmu, tapi malas fikir..
sikap acuh tak acuh pada sebuah kebenaran, tergesa-gesa dan mahu hasil cepat.

——————————————————————————-

bertanya pada orang yang ahli..
“…maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”
(An-Nahl 16:43, page 272)

49:6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s